Kamis, 19 April 2012

Solusi cerdas kebutuhan akan ruang gerak



Kebutuhan akan ruang gerak untuk beraktifitas memaksa manusia untuk membangun infrastrukturnya. Kebutuhan akan lahan kosong seakan-akan tidak memungkinkan untuk dipenuhi karena jumlah lahan yang terbatas sementara jumlah manusia yang terus bertambah. Oleh karena itulah pembangunan vertikal ke atas merupakan salah satu solusi dari masalah diatas yang paling masuk akal. Ceiling Brick datang sebagai alternatif dari penggunaan Dek Konvensional tebal yang boros (terdiri dari batu , semen , pasir , tulangan besi) . Dengan menggunakan bahan komposit tanah liat yang ramah lingkungan dan rajutan tulang besi,Ceiling Brick memiliki kekuatan yang cukup untuk menopang beban ratusan kilogram per meter perseginya.

Ide pembuatan Ceiling Brick ini bermula pada tahun 1991 , dimana seorang Insinyur teknik yang bernama Ir.Judadi S  mengharapkan sebuah pembangunan perumahan bertingkat yang cepat dalam instalasinya untuk rakyat  ,yang tidak hanya murah namun  memiliki karakteristik yang sama dengan loteng pada umumnya. Akhirnya  (dengan bantuan teknis dari Jerman)  diciptakanlah sebuah produk yang terbuat dari bahan yang melimpah di alam yang diproses sedemikian rupa sehingga dihasilkan produk yang memiliki kekuatan yang menyamai susunan beton semen dan besi konvensional.
Setelah melalui proses uji kekuatan yang ketat tahun 2000 bulan November di PUSTEKIM , produk ini di luluskan dan mendapatkan penghargaan pada REI-EXPO. Hasilnya cukup menakjubkan,  Ceiling Brick mampu menopang hingga 1 ton beban per meter perseginya, dengan rangkaian besi 10 mm dan 8 mm.

Kini ide itu telah menjadi kenyataan , terbukti dengan diproduksinya ratusan ribu Ceiling Brick pertahunnya  oleh pabrikan Ceiling Brick berlisensi di Jawa Barat , 'PT. Abadi Jatiwangi'. Guna memenuhi kebutuhan akan ruang gerak dengan cepat dan berbiaya lebih murah untuk rakyat dan untuk semua kalangan.